Menyelamatkan mamalia paling banyak diperdagangkan di dunia yang terancam punah kritis.
80%
Penurunan Populasi
Dalam 2 dekade terakhir
±1 Juta
Diperdagangkan Ilegal
Estimasi periode 2000-2013
CR
Critically Endangered
Status konservasi IUCN
Trenggiling Sunda (Manis javanica) kini terdaftar sebagai spesies yang Terancam Punah Kritis (Critically Endangered) oleh IUCN.
Kami berencana untuk mencegah kepunahan mereka, dimulai dari Pulau Tebing Tinggi. Kami akan membangun safety net bagi Trenggiling Sunda dengan menetralisir ancaman perburuan liar dan menyediakan layanan medis satwa liar khusus pertama di wilayah tersebut.
Langkah nyata pertama kami adalah menetralisir ancaman di Pulau Tebing Tinggi, menyediakan ekosistem yang aman dan layanan medis khusus satwa liar pertama di wilayah tersebut.
Pusat terintegrasi untuk Penyelamatan & Rehabilitasi, Edukasi masyarakat, dan Penelitian mendalam tentang Trenggiling Sunda.
Sistem monitoring area 24/7 diiringi dengan patroli rutin untuk memantau pergerakan satwa dan mencegah perburuan.
Pelatihan khusus bagi pekerja hutan lokal untuk menjadi penjaga hutan dan tenaga penyelamat trenggiling profesional.
Pendekatan terintegrasi dan sistematis dari lapangan hingga ke tingkat kebijakan untuk memastikan kelestarian Trenggiling Sunda.
Alur kerja profesional untuk penyelamatan, pemulihan, dan rehabilitasi satwa liar dipimpin oleh dokter hewan medik konservasi dan pemangku kepentingan untuk memastikan reintroduksi secara etis dan aman ke alam liar yang sesuai.
Mengubah penduduk lokal menjadi pemangku kepentingan jangka panjang dalam konservasi dengan menyelaraskan agama dan kepercayaan lokal, dengan cara terjun langsung ke warga dan keterbukaan informasi.
Mengisi kekurangan data dengan melakukan penelitian in situ tentang dinamika populasi dan pola perilaku satwa yang mengubah kabar dari mulut ke mulut menjadi fakta ilmiah yang dibutuhkan untuk konservasi yang efektif.
Menerjemahkan data lapangan serta pengalaman operasional menjadi rujukan terbaik dan prosedur yang terstandarisasi (SOP), menyediakan metodologi yang dapat digunakan bagi pemerintah dan organisasi untuk melestarikan populasi trenggiling secara lebih efektif.
Fase 1 berfokus pada Pulau Tebing Tinggi, Riau, Indonesia. Setelah program percontohan ini berhasil, metodologi ini diharapkan dapat mengamankan habitat trenggiling berisiko tinggi lainnya di seluruh negeri.
Persiapan peralatan & survei fasilitas.
Pembangunan 3-in-1 & pemasangan 20 camera trap.
Bagaimana inisiatif kami di lapangan diterjemahkan menjadi dampak langsung bagi kelestarian Trenggiling Sunda dan masyarakat sekitar.
Penyebaran 20 camera trap memantau 25.248 hektar konsesi 24/7.
Memberikan efek jera dan deteksi langsung pelanggaran, menutup celah perburuan liar.
Fasilitas 40 m² sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan operasi penyelamatan.
Mendirikan safety net pertama untuk Trenggiling Sunda di Riau dengan fasilitas intervensi medis.
Mengalihkan komunitas lokal menjadi "Penjaga Hutan" bersertifikat.
Menciptakan karier yang stabil bagi warga, mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi lokal.
Penerapan protokol lapangan permanen untuk pemetaan dan pemantauan satwa.
Menghasilkan informasi ilmiah valid sebagai panduan jelas untuk tata kelola kawasan berskala luas.
"Pulau Tebing Tinggi menjadi lokasi percontohan kami. Melalui penjaga hutan bersertifikat dan pendataan yang rapi, kami akan membangun sistem keamanan yang dapat diterapkan ke seluruh habitat trenggiling di tanah air."
Misi besar membutuhkan tim yang solid. Kami didukung oleh para pakar lintas disiplin, mulai dari ekologi, medis satwa liar, hingga operasional strategis.
Pembina
Komunikator Sains. Berpengalaman mengelola Amore Animal Clinic sebagai platform untuk kesejahteraan hewan dan pendidikan publik.
Pembina
Pelopor Teknologi & Keberlanjutan. Pendiri Rimba Raya Conservation; spesialis dalam nilai karbon dan hijau berskala besar.
Pengawas
Doktor Ekologi dengan pengalaman 25+ tahun (CIFOR, Kaleka) di bidang keanekaragaman hayati tropis dan pemantauan komunitas.
Sekretaris
Pakar Medis. Dokter hewan satwa liar kelas dunia dengan pengalaman luas dalam menangani primata dan harimau.
Ketua
Pemimpin Operasional. 30 tahun pengalaman di BUMN, Tata Guna Lahan, & Transformasi Teknologi. Berhasil memimpin revitalisasi TMII.
Bendahara
Spesialis Keanekaragaman Hayati. Peneliti utama ekosistem Tebing Tinggi yang mengkonfirmasi keberadaan Trenggiling Sunda.